
Way Kanan, 11 Oktober 2024 – Kabupaten Way Kanan tidak hanya kaya akan potensi wisata alam dan sejarah, tetapi juga menunjukkan geliat inovasi yang signifikan di sektor pertanian. Salah satu kisah sukses yang patut dicontoh datang dari kelompok petani kelapa sawit di Kecamatan Blambangan Umpu yang berhasil mengubah tantangan menjadi peluang, mengembangkan agrowisata dan pengolahan limbah sawit menjadi produk bernilai tambah.
Inisiatif ini berawal dari keinginan para petani untuk tidak hanya bergantung pada penjualan tandan buah segar (TBS) kelapa sawit. Mereka melihat potensi besar dalam diversifikasi usaha dan optimalisasi seluruh bagian dari pohon sawit.
Dari Kebun Sawit Biasa Menjadi Destinasi Edukasi dan Rekreasi
Kelompok petani ini, yang kini tergabung dalam Koperasi Sawit Makmur, secara bertahap mengembangkan kebun mereka menjadi area agrowisata edukatif. Pengunjung kini bisa merasakan langsung pengalaman memanen sawit, belajar tentang proses pengolahan minyak sawit mentah (CPO), hingga memahami praktik pertanian berkelanjutan.
“Kami ingin mengubah persepsi masyarakat tentang perkebunan sawit. Tidak hanya sebagai penghasil minyak, tapi juga sebagai tempat belajar dan berekreasi,” ujar Bapak Budi Santoso, Ketua Koperasi Sawit Makmur. “Kami menyediakan paket tur yang interaktif, termasuk kesempatan mencicipi kuliner khas Way Kanan yang terbuat dari produk pertanian lokal.”
Area agrowisata ini juga dilengkapi dengan fasilitas pendukung seperti homestay sederhana, area camping, dan warung makan yang menyajikan hidangan lokal. Konsep ini menarik minat banyak pengunjung, mulai dari siswa sekolah hingga wisatawan umum yang mencari pengalaman liburan yang berbeda.
Inovasi Pengolahan Limbah: Dari Ampas Menjadi Berkah
Selain agrowisata, inovasi paling menonjol dari kelompok ini adalah pemanfaatan limbah kelapa sawit. Selama ini, tandan kosong kelapa sawit (TKKS) seringkali hanya menjadi limbah yang tidak termanfaatkan. Namun, di tangan Koperasi Sawit Makmur, TKKS diolah menjadi berbagai produk bernilai jual tinggi.
“Kami mengolah TKKS menjadi pupuk kompos organik yang sangat baik untuk kesuburan tanah. Selain itu, kami juga berhasil memproduksi briket biomassa dari limbah serat sawit sebagai alternatif energi terbarukan,” tambah Bapak Budi. Inovasi ini tidak hanya mengurangi limbah dan menjaga lingkungan, tetapi juga menciptakan sumber pendapatan baru bagi para petani.
Briket biomassa yang dihasilkan bahkan mulai diminati oleh industri kecil dan rumah tangga sebagai pengganti bahan bakar fosil. Potensi lain yang sedang dikembangkan adalah pengolahan TKKS menjadi pakan ternak alternatif, menunjukkan komitmen mereka terhadap ekonomi sirkular.
Dampak Positif dan Dukungan Pemerintah
Keberhasilan Koperasi Sawit Makmur ini menjadi inspirasi bagi petani lain di Way Kanan. Inisiatif mereka telah meningkatkan kesejahteraan anggota koperasi, menciptakan lapangan kerja baru, dan berkontribusi pada pelestarian lingkungan. Pemerintah Kabupaten Way Kanan melalui Dinas Pertanian dan Perkebunan memberikan apresiasi dan dukungan penuh terhadap inovasi ini.
“Apa yang dilakukan oleh Koperasi Sawit Makmur adalah contoh nyata bagaimana sektor pertanian dapat berinovasi dan berkelanjutan. Ini sejalan dengan visi kami untuk menjadikan Way Kanan sebagai sentra pertanian modern dan berdaya saing,” kata Bapak Fajar, Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Way Kanan.
Dengan semangat inovasi dan kolaborasi, Way Kanan membuktikan bahwa potensi daerah tidak hanya terbatas pada keindahan alam, tetapi juga pada kemampuan masyarakatnya untuk menciptakan nilai tambah dari sumber daya yang ada.