
Tanggamus, 31 Juli 2025 – Bendungan Batu Tegi, salah satu bendungan terbesar di Provinsi Lampung yang terletak di Kabupaten Tanggamus, terus menunjukkan perannya yang vital sebagai tulang punggung irigasi pertanian dan sekaligus menyimpan potensi besar sebagai destinasi pariwisata. Memasuki musim kemarau, tingkat elevasi air di bendungan ini menjadi perhatian utama bagi para petani dan pengelola.
Kondisi Air dan Peran Irigasi
Saat ini, berdasarkan pantauan dari Balai Besar Wilayah Sungai Mesuji Sekampung (BBWSMS), elevasi muka air di Bendungan Batu Tegi masih berada pada level aman, meskipun terjadi sedikit penurunan akibat intensitas hujan yang mulai berkurang dalam beberapa minggu terakhir. Kondisi ini memastikan pasokan air untuk ribuan hektar lahan pertanian di beberapa kabupaten, terutama Pringsewu, Tanggamus, dan Lampung Selatan, tetap terjaga.
Para petani di wilayah tersebut sangat bergantung pada pasokan air dari Bendungan Batu Tegi untuk menjaga produktivitas tanaman pangan mereka, terutama padi dan palawija. Pengaturan pintu air dilakukan secara cermat oleh petugas untuk memastikan distribusi air yang merata dan efisien.
Potensi Wisata dan Pengelolaan Lingkungan
Selain fungsi utamanya sebagai irigasi, Bendungan Batu Tegi juga dikenal memiliki lanskap alam yang indah, menjadikannya destinasi wisata alam dan rekreasi yang populer. Aktivitas seperti memancing, berperahu, atau sekadar menikmati pemandangan danau buatan di tengah perbukitan menjadi daya tarik tersendiri.
Pemerintah daerah bersama dengan pihak terkait terus berupaya mengembangkan potensi wisata ini secara berkelanjutan, dengan tetap memperhatikan aspek konservasi lingkungan. Program penanaman pohon di sekitar area bendungan dan edukasi kepada pengunjung tentang pentingnya menjaga kebersihan dan kelestarian alam terus digalakkan.
Antisipasi Musim Kemarau
Meskipun elevasi air masih aman, koordinasi intensif antara pihak pengelola bendungan, dinas pertanian, dan kelompok tani terus dilakukan untuk mengantisipasi potensi kemarau panjang. Rapat koordinasi reguler diadakan untuk membahas strategi pengelolaan air, termasuk jadwal tanam yang disesuaikan dan efisiensi penggunaan air. Hal ini demi memastikan sektor pertanian tetap produktif dan ketahanan pangan daerah terjaga di masa mendatang. Bendungan Batu Tegi tidak hanya simbol infrastruktur yang megah, tetapi juga representasi ketahanan dan adaptasi Lampung terhadap tantangan iklim, sambil terus menawarkan keindahan alamnya.